Polres Jaksel Tangkap Komplotan Perampok Bersenjata Api yang Menyasar Minimarket

Bandar Poker

Polres Jaksel Tangkap Komplotan Perampok Bersenjata Api yang Menyasar Minimarket – Team Polres Jakarta Selatan tangkap komplotan perampok bersenjata api yang biasa mengarah minimarket. Beberapa aktor didapati sudah berlaga di beberapa tempat berlainan.

Penangkapan beberapa terduga berawal dari terdapatnya laporan dari tujuh korban dalam kurun waktu Desember 2018 sampai Februari 2019. Polisi lalu menyelidik masalah itu serta tangkap ke empat terduga di dua tempat yang berlainan.

“Jadi aktor ini ada 4 orang, yang kita bawa serta baru 2, sebab 2 masih tetap selalu kita check intens kita bangun selalu serta kita sukses tangkap beberapa aktor ini di lokasi Kebagusan Pasar Minggu, serta Depok. Di dua tempat itu kita tangkap mereka,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Menurut Indra, beberapa aktor umumnya mengarah minimarket yang membuka 24 jam. Tidak cuma di Jakarta, aktor pun dimaksud Indra sering berlaga di lokasi Bogor.

“Dalam berlaga, aktor sejumlah 5 s/d 6 orang serta mengarah swalayan Alfamart yang membuka 24 jam dan kurang pengawasan di lokasi Jakarta Selatan yaitu Kebayoran Baru, Pasar Minggu serta Jagakarsa dan Bogor serta diprediksikan telah lebih dari 10 kali,” tutur ia.

“Jadi modus operandi beberapa aktor ini menodong dan meneror kasir serta karyawan Alfamart dengan memakai senjata softgun mirip senjata peluru tajam ini. Ia memakai ini dengan senjata tajam pun golok ini. Lalu memerintah karyawan Alfamart ini untuk buka peti uang, peti uang dibuka diambil uangnya. Jika TKP paling akhir itu diambil uangnya seputar Rp 100 juta demikian ya dengan modus operandi yang sama. Menodong lalu memeras, memerintah membuka peti uang lalu diambil dalamnya,” papar Indra.

Uang kejahatan yang didapatkan oleh beberapa aktor dari tiap-tiap minimarket juga berlainan. Di tempat paling akhir yaitu di Jalan Siaga Raya, Pejaten Barat, beberapa aktor membabat uang sekitar Rp 100 juta.

“Lalu kerugian rata-rata kita lihat di 7 TKP ini, itu ada yang Rp 54 juta, ada yang Rp 44 juta, ada yang Rp 48 juta, ada yang Rp 35 juta, ada yang Rp 6 juta, yang paling akhir itu Rp 100 juta serta ada yang Rp 45 juta. Lumayan ini banyaknya yang mereka mengambil,” katanya.

Menurut Indra, uang hasil kejahatan itu dibagi rata pada beberapa aktor. Diluar itu, uang hasil pencurian dipakai untuk beli keperluan mereka.

Dalam masalah ini, polisi mengambil alih beberapa tanda bukti berbentuk satu pucuk softgun tersebut magazen, satu pucuk pistol gas, golok, badik, mobil, tas laptop serta sepeda motor. Atas tindakannya, beberapa aktor dijaring dengan Masalah 365 KUHP dengan intimidasi hukuman optimal 9 tahun penjara.